Macam-Macam Ukuran Kabel Listrik

Penggunaan energi listrik tidak dapat kita gunakan secara langsung. Perlu suatu media untuk bisa mentransmisikannya. Kabel merupakan media transmisi yang dapat digunakan untuk energi listik ini. Saat ini bahan dari pengantar listrik atau kabel ini pada umumnya adalah tembaga dan umumnya dilapisi dengan pelindung. Tembaga dipilih sebagai penghantar listrik dikarenakan benda ini merupakan suatu bahan yang mempunyai daya hantar yang baik setelah perak.

Penggunaan kabel listrik akan menjadi berbahaya apabila kita tidak mengetahui seluk beluk mengenai kabel tersebut. Seringkali kita mendengar adanya kebarakaran yang dipicu oleh listrik. Hal tersebut bisa terjadi salah satunya adalah karena ketidak tahuan pengguna listrik mengenai ukuran dari kabel serta kemampuan membawa arusnya. Apabila kemampuan membawa arus dari suatu kabel listrik kecil sementara arus yang mengalirnya besar, maka bisa menimbulkan ledakan atau terjadinya hubungan singkat. Oleh sebab itu, sebagai pengguna dari energi listrik, Anda sebaiknya mengetahui ukuran yang tepat dalam menggunakan kabel listrik. Kabel listrik tersedia dalam berbagai ukuran. Ukuran dari kabel listrik ini memiliki kemampuan membawa arus yang berbeda-beda. Semakin besar ukuran penampang kabel, maka semakin besar pula kemampuan membawa arus listriknya.

“Berapa sajakah ukuran kabel listrik yang tersedia ?” Pertanyaan tersebut mungkin muncul dalam pemikiran Anda. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda dapat menggunakan tabel yang dikeluarkan oleh pabrikan pembuat kabel tersebut. Berikut contoh table yang dapat Anda gunakan untuk mengetahui ukuran luas penampang kabel yang tersedia serta kemampuan hantar arusnya.

No

Luas penampang kabel

( Mm2 )

Kemampuan hantar arus maksimum

(Ampere)

0,75

12

1

15

1,5

18

2,5

26

4

34

6

44

10

61

16

82

25

108

35

135

50

168

70

207

95

250

120

292

150

334

185

380

240

450

300

520

Tabel antar pembuat tabel satu dengan yang lainnya terkadang terdapat perbedaan. Meskipun berbeda, perbedaan tersebut tidak jauh. Hal tersebut terjadi dikarenakan pemberian toleransi kabel antara satu orang dengan yang lainnya berbeda. Selain itu, perbedaan angka tersebut, terjadi karena jenis isolasi kabel yang digunakan. Terdapat beberapa jenis isolasi. Jenis isolasi tersebut adalah PVC (polyvinyl chloride), TPE (thermo plastis elastomer) dan PUR (polyurithane). Faktor lain yang mempengarui perbedaan angka lainya adalah dari tempat instalasi kabel tersebut, apakah ditempatkan di udara bebas, dalam tanah atau tempat lainnya.

Dari tabel ukuran kabel listrik dalam pemakaian ampere tersebut, kita dapat mengetahui dan memilih ukuran kabel listrik yang tepat untuk proses pemasangan listrik tertentu. Hal tersebut bertujuan agar arus listrik yang mengalir pada kabel tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tidak memiliki hambatan yang cukup berat.

Untuk menentukan ukuran kabel yang sesuai dengan kebutuhan, caranya kita dapat menghitungnya secara manual. Hasil perhitungannya kita cocokan dengan tabel, berapakah yang sesuai. Untuk menghitungnya secara manual dapat menggunakan rumus :

q= (L . N) : (Y . eV . E)

q adalah penampang kabel dalam satuan mm, ini nantinya yang akan menjadi acuan untuk kita memilih kabel. L adalah jarak dalam satuan meter dari sumber listrik ke tempat instalasi listrik.  N merupakan daya dengan satuan watt yang mengalir dari listrik tersebut. Y merupakan  daya hantar jenis. Daya hantar jenis berbeda-beda tergantung dari bahan konduktor yang digunakan. Untuk jenis tembaga, memiliki daya hantar sebesar 56. Sementara eV adalah rugi tegangan dalam volt yang kita inginkan. baca juga : jasa pasang cctv tangerang

You Might Also Like